Strategi lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus pelecehan seksual di Kota Mataram

Authors

  • Ananda Kurnia Rika Universitas Mataram
  • Bagdawansyah Alqadri Universitas Mataram
  • Ega Anzani Universitas Mataram

DOI:

https://doi.org/10.24036/jecco.v6i1.941

Keywords:

sexual harassment, child protection agency, handling strategy

Abstract

Child sexual abuse is a serious problem that requires comprehensive and collaborative handling. This study aims to analyze the strategies of the Mataram City Child Protection Agency (LPA) in handling sexual abuse cases and identify supporting and inhibiting factors in its implementation. The study used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation with LPA administrators, case counselors, and related parties. The results indicate that LPA strategies include legal and psychological assistance for victims, cross-sectoral coordination with the police, UPTD PPA, health workers, and educational institutions, as well as preventive efforts through community outreach and education. Supporting factors include inter-institutional cooperation and the commitment of counselors, while inhibiting factors include limited resources, low public awareness, and victim trauma. This study concludes that LPA plays a strategic role, but requires capacity building and ongoing support for optimal handling.

References

Alaggia, R., Collin-Vézina, D., & Lateef, R. (2020). Facilitators and barriers to child sexual abuse disclosure: A systematic review. Trauma, Violence, & Abuse, 21(2), 260–283.

Astuti, P., & Prasetyo, A. (2020). Pendampingan psikososial terhadap anak korban kekerasan seksual dalam perspektif perlindungan anak. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 9(2), 215–228.

Betah, Y. (2020). Perlindungan anak dalam perspektif strategi kelembagaan. Jurnal Ilmu Sosial, 5(1), 33–45.

Betah, Y., Sumampouw, I., & Kimbal, R. W. (2020). Strategi penanganan anak korban kekerasan seksual (Studi pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado). Jurnal Administrasi Publik, 6(2), 45–58.

Bride, B. E., Jones, J. L., & MacMaster, S. A. (2021). Secondary traumatic stress among child protection workers. Journal of Child & Adolescent Trauma, 14(3), 389–401.

Bryant, R. A., & Litz, B. T. (2021). Early intervention for trauma-exposed populations. Current Opinion in Psychology, 38, 102–106.

Campbell, R., Greeson, M. R., & Fehler-Cabral, G. (2020). With care and compassion: Adolescent sexual assault victims’ experiences in the legal system. Violence Against Women, 26(9), 987–1012.

Dania, R. (2020). Fenomena kekerasan seksual terhadap anak di Indonesia. Jurnal Perlindungan Anak, 5(1), 1–14.

Fae, A. (2024). Perlindungan anak dalam perspektif hukum konstitusi Indonesia. Jurnal Hukum Tata Negara, 11(1), 45–58.

Fae, A., & Rahaditya, R. (2024). Perlindungan anak dalam perspektif hukum hak asasi manusia. Jurnal Hukum dan Keadilan Sosial, 12(1), 33–48.

Fauzan, A. (2023). Implementasi sekolah ramah anak sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 7(2), 101–115.

Finkelhor, D., & Browne, A. (2020). The traumatic impact of child sexual abuse: A conceptualization. American Journal of Orthopsychiatry, 90(2), 145–154.

Frost, N., Abram, F., & Burgess, H. (2021). Building capacity in child protection systems. Child & Family Social Work, 26(3), 385–394.

Harefa, M. (2021). Peran lembaga perlindungan anak dalam sistem perlindungan hukum anak di Indonesia. Jurnal HAM, 12(2), 201–214.

Haslan, M. (2024). Kekerasan seksual terhadap anak berbasis digital di era media sosial. Jurnal Sosial dan Humaniora, 14(1), 55–69.

Indriyani, N., Putri, A. S., & Lestari, D. (2024). Pendampingan multidisipliner terhadap anak korban kekerasan seksual. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 9(1), 22–36.

Jewkes, R., Flood, M., & Lang, J. (2021). From work with men and boys to changes of social norms and reduction of inequities in gender relations. The Lancet, 393(10190), 252–266.

Katz, C., & Barnetz, Z. (2021). Children’s resilience in the context of parental sexual abuse. Journal of Child Sexual Abuse, 30(1), 65–82.

Komariah, S., Rahmawati, E., & Nurhasanah, L. (2019). Model penanganan anak korban kekerasan seksual berbasis kearifan lokal. Jurnal Sosial Humaniora, 10(2), 145–160.

Kusnadi, D. (2022). Pendidikan seksual sebagai strategi pencegahan kekerasan seksual pada anak. Jurnal Pendidikan Sosial, 8(1), 67–79.

Lewoleba, K. K., & Fahrozi, M. H. (2020). Faktor-faktor penyebab kekerasan seksual terhadap anak. Jurnal Esensi Hukum, 2(1), 27–41.

McElvaney, R. (2021). Disclosure of child sexual abuse: Delays, nondisclosure and partial disclosure. Child Abuse Review, 30(1), 23–37.

Napitupulu, E. L., & Sihotang, H. (2023). Kekerasan seksual terhadap anak dalam relasi kuasa. Jurnal Kriminologi Indonesia, 19(1), 55–70.

Notonegoro, A., Suryani, N., & Hidayat, R. (2025). Peran LSM dalam penguatan perlindungan anak di daerah. Jurnal Kebijakan Publik, 14(1), 89–103.

Paradiaz, R., & Soponyono, E. (2022). Perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual di Indonesia. Jurnal Hukum Pidana, 6(2), 121–135.

Pratama, R. (2024). Lembaga perlindungan anak sebagai aktor non-negara dalam pemenuhan hak anak. Jurnal Administrasi Negara, 10(1), 77–91.

Putnam, F. W., Amaya-Jackson, L., & Putnam, K. T. (2023). Multidisciplinary responses to child sexual abuse. Child Maltreatment, 28(2), 141–152.

Rahmawati, Y. (2022). Perlindungan hukum terhadap anak korban kekerasan seksual. Jurnal Hukum dan HAM, 8(1), 1–15.

Rahmawati, Y., & Hidayat, A. (2021). Advokasi sosial dalam penanganan kekerasan seksual terhadap anak. Jurnal Kesejahteraan Sosial, 6(2), 101–115.

Rispawati, R. (2023). Peran regulasi desa dalam perlindungan perempuan dan pencegahan perkawinan usia anak. Jurnal Otonomi Daerah, 15(2), 133–147.

Sidauruk, R. (2023). Tanggung jawab negara dalam perlindungan anak menurut Undang-Undang Perlindungan Anak. Jurnal Legislasi Indonesia, 20(1), 45–60.

Siregar, M. (2022). Media sosial dan kekerasan seksual berbasis daring. Jurnal Komunikasi Sosial, 5(2), 89–104.

Syafira, N. B. Manajemen Kasus Anak Korban Kekerasan Seksual Di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Bachelor's thesis, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta).

Tsani, R. A., Putri, D. M., & Lestari, S. (2023). Pemenuhan hak pendidikan bagi anak korban kekerasan seksual. Jurnal Pendidikan dan HAM, 4(2), 77–90.

UNICEF. (2020). Child protection systems: Mapping and assessment toolkit. New York: UNICEF.

Virgistasari, D., & Irawan, A. (2022). Dampak psikologis pelecehan seksual terhadap anak. Jurnal Psikologi Klinis, 11(1), 15–29.

Downloads

Published

2026-03-11

How to Cite

Rika, A. K., Alqadri, B., & Anzani, E. (2026). Strategi lembaga perlindungan anak dalam menangani kasus pelecehan seksual di Kota Mataram. Journal of Education, Cultural and Politics , 6(1), 1–13. https://doi.org/10.24036/jecco.v6i1.941